25/11/09

STRATEGI PEMBELAJARAN ( Variasi Gaya Mengajar )

Variasi Gaya Mengajar adalah perubahan gaya mengajar yang dilakukan oleh guru disaat pembelajaran atau menjelaskan meteri pelajaran, dengan tujuan untuk mengatasi kebosanan siswa dalam proses belajar.
Pengadaan variasi mengajar di kelas meliputi variasi suara, perumusan perhatian , kontak pandang , gerakan anggota badan atau mimik , penggunaan media belajar dan lain-lain. Kesemuanya sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Bagi seorang guru atau pengajar hendaknya memperhatikan minat belajar siswanya karena minat belajar siswa dapat mempengaruhi tujuan dari pembelajaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Banyak faktor yang menyebabkan turunnya minat belajar siswa salah satunya adalah kurangnya variasi guru dalam mengajar seperti guru hanya duduk di kursi saat menerangkan materi , pandangan guru dalam mengajar hanya tertuju pada satu arah atau siswa tertentu sehingga terkesan siswa yang lain kurang diperhatikan , dan membiarkan salah satu siswa ramai dikelas proses pembelajaran, hal seperti ini dapat menyebabkan situasi dan kondisi kelas tidak kondusif sehingga minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran berkurang.
Oleh karena itu guru sebaiknya memvariasi gaya mengajar nya, sehingga siswa termotivasi dan bergairah dalam belajar serta dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk belajar.

TUJUAN DAN CONTOH VARIASI GAYA MENGAJAR

A.Tujuan Variasi Gaya Mengajar
Tujuan dari variasi gaya mengajar adalah
1.Meningkatkan dan Memelihara Perhatian Siswa Terhadap Relevansi Proses belajar Mengajar.
Dalam proses belajar mengajar perhatian atau fokus siswa terhadap materi pelajaran sangat perlu, karena hal tersebut menentukan siswa mengerti atau tidak materi yang diberikan oleh guru sehingga akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran
2.Memberikan Kesempatan Kemungkinan Berfungsinya Motivasi
Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar, karena tanpa motivasi siswa tidak akan dapat belajar dengan baik dan tekun. Maka dari itu guru harus selalu memperhatikan motivasi siswa selama pembelajaran berlangsung.
3.Membentuk Sikap Positif Terhadap Guru
Tidak bias dipungkiri ada siswa tertentu yang kurang senang terhadap seorang guru, konsekuensinya bidang studi yang diajarkan guru tersebut juga menjadi tidak disenangi. Kurang senangnya siswa dapat disebabkan karena kurangnya variasi gaya mengajar sehingga siswa menjadi bosan dengan pelajaran yang diajarkan guru tersebut.
B.Contoh Variasi Gaya Mengajar
1.Gaya Mengajar meliputi:
a.Variasi suara
Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah , tinggi menjadi lemah. Dalam menjelaskan suatu materi hendaknya guru memperhatikan variasi suara baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan. Jika seorang guru senantiasa keras terus dalam menjelaskan materi justru siswa akan sulit menerima materi karena menganggap gurunya jahat dengan begitu dalam proses belajar siswa selalu diliputi rasa ketakutan, Sebaliknya jika dalam menjelaskan materi suara guru terlalu lemah
maka siswa tidak bisa mendengar dengan baik apa yang dijelaskan oleh guru bila sudah begitu perhatian siswa terhadap meteri berkurangnya. Maka dari itu hendaknya guru dalam menyampaikan materi harus menggunakan variasi suara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, selain itu juga yang perlu diperhatikan adalah penggunaan intonasi suara, jika guru terlalu cepat dalam berbicara maka siswa tidak akan mengerti materi yang diberikan guru. Maka penggunaan Variasi suara dalam mengajar sangat penting karena dapat mempengaruhi daya tangkap siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru.
b.Pemusatan Perhatian
Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap materi yang diajarkan. Untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap materi yang penting dapat memberikan peringatan dalam bentuk kata-kata seperti : “Coba perhatikan baik-baik karena materi ini sangat penting sekali dan agak sulit ?”, “ Jangan lupa ini dicatat dengan baik ya, agar bisa dibaca lagi dirumah karena materi ini penting sekali ? “ dan sebagainya. Agar perhatian siswa tetap ada maka ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan:
a.Harus ada stimulus atau rangsangan baru untuk menarik perhatian siswa seperti memberi garis merah terhadap kata-kata yang dianggap penting atau dalam menyampaikan materi yang penting seperti materi yang harus dihafalkan guru bisa menerapkan prinsip jembatan keledai yakni menyingkat kata-kat agar mudah dihalkan seperti : susunan warna pelangi merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila,ungu dapat disingkat MEJIKUHIBINIU dan sebagainya.
b.Guru harus bisa menerangkan materi secara sederhana atau menyingkat materi yang disampaikan agar siswa tidak bingung dan cepat menangkap materi yang diajarkan
c.Kesenyapan atau Kebisuan Guru
Kesenyapan tiba-tiba yang disengaja guru saat mengajar sangat baik untuk menarik perhatian siswa, karena siswa in gintahu apa yang terjadi begitu pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa alangkah bagusnya siswa diberi waktu untuk
berfikir dengan member kesenyapan supaya siswa dapat mengingat informasi yang mungkin dia hafal, sehingga siswa dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
d.Kontak Pandang
Ketika proses belajar mengajar berlangsung hendaknya guru mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata setiap siswa bisa membentuk hubungan yang positif , menghindari hilangnya kepribadian dan menunjukkan guru sangat member perhatian kepada siswa sehingga siswa merasa diperhatikan
Hal-Hal yang perlu diperhatikan guru dalam memeberikan materi di depan kelas :
1.Melihat ke luar ruangan
2.Melihat kearah langit-langit
3.Melihat kearah lantai
4.Melihat hanya pada siswa tertentu
5.Menghadap ke papan tulis ketika menerangkan kecuali dengan menunjukkan sesuatu
Kontak pandang yang sering dilakuan guru dapat mengetahui keadaan psikoligis siswa dan mengetahui seberapa banyak materi yang sudah diketahui siswa serta dapat menarik perhatian siswa.
e.Gerakan anggota badan atau mimic
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan tangan dan anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi dan untuk menarik perhatian siswa dalam proses belajar. Penggunaan gerakan tangan seperti mengangkat jempol kepada siswa yang berarti “bagus” dapat memberikan kesan tersendiri kepada siswa,daripada hanya dengan kata-kata. Begitu juga dengan ekspresi wajah alis terangkat, senyum , dahi berkerut, cemberut dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, jika selama proses belajar seorang guru memasang wajah sedih, cemberut maka siswa tidak dapat menangkap materi dengan baik, karena suasana kelas terasa mencekam dan siswa dihantui rasa takut. Sebaliknya jika guru ekspresi wajahnya selalu
senyum , suka tertawa kecil maka siswa akan senang dan lebih semangat dalam belajar dan materi mudah ditangkap siswa.
f.Penggantian Posisi Guru Dalam Kelas
Perpindahan posisis guru dalam kelas dapat membantu dalam menarik perhatian siswa. Perpindahan posisi tersebut dapt dilakukan dari depan kelas ke belakang kelas, dari sisi kiri ke sisi kanan kelas atau dapat dilakukan dari posisi berdiri kemudian posisi duduk asal semua pergantian posisi tersebut ada maksudnya seperti memberi perhatian pada siwa yang duduk di belakang atau didik di samping kiri dan kanan,agar siswa merasa lebih diperhatikan dan bersemangat lagi dalam belajar.
2.Variasi Dalam Menggunakan Media
Penggunaan media dalam proses pembelajaran sangat efektif untuk menarik perhatian siswa, karena pembelajaran tidak terkesan monoton yaitu tidak menggunakan kata-kata verbal semata melainkan ditambahkan pesan visual atau penggunaan media seperti gambar, bagan , peta , video , bentuk tiga dimens , rekaman audioi dan lain-lain sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar dan materi dapat lebih mudah ditangkap sehingga tujuan belajar dapat tercapai.
3.Variasi Dalam Interaksi Antara Guru Dan Siswa Dalam Kelas
Dengan memvariasi interaksi dalam kelas, maka guru dapat mengubah tingkat dominasi dalam kelas,seakan-akan guru yang berkuasa dalam kelas, dengan memberikan kesempatan/keterlibatan pada siswa dalam berpendapat , berekspresi maka akan terjadi hubungan yang baik antara guru dan siswa, dan siswa merasa terlibat dan diperhatikan guru, contoh interaksi yang memperlibatkan siswa dalam pembelajaran :
a.Berdiskusi Kelompok
b.Siswa melakukan demonstrasi seperti membaca puisi, presentasi, melakukan percobaan ilmiah.
Dengan demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan tidak membosankan serta dapat memotivasi siswa dalam belajar.

(MANFAAT VARIASI DALAM MENGAJAR DAN KESIMPULAN )

A.Manfaat Variasi Dalam Mengajar

Manfaat Variasi Gaya Mengajar adalah
1.Meningkatkan , menimbulkan dan memelihara perhatian siswa terhadap aspek-aspek belajar yang relevan
2.Memberi kesempatan untuk meningkatkan dan berkembangnya motivasi belajar siswa
3.Memupuk dan membentuk sikap positif terhadap guru dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup
4.Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa degan berbagai kegiatan belajar yang menarik
5.Memberi cara mengajar yang baik pada siswa agar lebih mudah dalam menerima pelajaran
B.Kesimpulan
Memvariasi gaya mengajar sangat efektif untuk mengatasi kebosanan siswa dalam belajar serta dapat menarik perhatian siswa dan memebangkitkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa dengan mudah menangkap materi yang diberikan oleh guru dengan demikian tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai